Laman

Jumat, 27 Februari 2015

Cinta Ku, Butuh Kamu ({})



Senyumku mengembang dalam diam. Segalanya tetap berjalan begitu saja. tanpa ku sadari bahwa cinta mulai menyeretku ke arah yang munkin saja tak ku inginkan. Saat bertemu, kita tak pernah banyak bicara. Hanya sesekali menatap dan tersenyum penuh arti. Sungguh aku masih tak percaya segalanya bisa berjalan secepat dan sekuat ini. Aku terus meyakinkan diriku sendiri , bahwa ini bukan cinta. Ini hanya ketertarikan sesaat karena aku merasakan sesuatu yang baru dalam hadirmu. Aku berusaha mempercayai bahwa perhatianmu, candamu, dan caramu mengungkapkan pikiranmu adalah bukti nyata pertemanan kita. Ya, sebatas teman, aku tak berhak mengharapkan sesuatu yang lebih. Aku tak pernah ingin mengingat kenangan sendirian. Aku juga tak ingin merasakan sakit sendirian. Tapi nyatanya… perasaan ku tumbuh semakin pesat, bahkan tak lagi terkendalikan. Siapakah yang bisa mengendalikan perasaan? Siapakah yang bisa menebak perasaan cinta bisa jatuh pada orang yang tepat atau salah? Aku tidak sepandai dan secerdas itu. Aku hanya manusia biasa yang merasakan kenyamanan dalam hadirmu. Aku hanya wanita biasa yang takut kehilangan seseorang yang tak pernah kumiliki. Salahku memang, jika mengartikan tindakanmu sebagai cinta. Tapi, aku juga tidak salah bukan, jika berharap bahwa kamu juga punya perasaan yang sama? Kamu sudah jadi sebab tawa dan senyumku. Aku percaya kamulah kebahagiaan baru yang akan memberi ku sinar paling terang. Aku percaya kau tak munkin membuatku sedih dan kamu tak akan jadi sebab air mataku. Aku sangat mempercayainya. Sangat!. Dan, itulah kebodohan yang harus ku sesali. Kalau kau ingin tahu, aku sudah merancang berbagai mimpi indah yang ingin ku wujudkan bersama mu. Munkin, suatu saat nanti, jika tuhan izinkan, aku percaya kita pasti bisa saling membahagiakan. Ini  bukan salahmu, juga bukan salahnya. Tapi, tak munkin matamu terlalu buta dan hatimu terlalu cacat untuk tahu bahwa aku mencintaimu. Aku harus belajar tak peduli. Aku harus belajar memaafkan. Juga merelakan.

Inilah Perjalanan Cintaku



Inilah perjalanan cintaku
Sebagian kecil kisah hidupku
Yang terkadang aku tak memahaminya
Tak mampu aku menolak kehadirannya

Cinta…
Datang dan pergi sesuka hati
Dengan mudahnya berganti hati
Tak perduli ada yang tersakiti
Tak peduli dengan segala janji

Adakah cinta yang sejati
Yang hakiki terbawa mati
Tak lekang di makan zaman
Indah dan selalu jadi kenangan

Aku bukan petualang cinta
Yang berbagi hati dengan semua
Karna yang terjadi tanpa ku rencana
Semua berlalu begitu saja…